JavCuy

Nongkrong di gang, ngomong gaul.

Balik nongkrong Masuk noren

Buka hari ini, gang Blok M

JavCuy.cc chat AI bahasa gaul dari Blok M

Gak ada bahasa kaku: pilih toko, sapa pakai gaul, dia bales sama santainya dan nyebut lo kalau lo sok. Semua karakter AI, tiap perempuan punya potret seksi dan banner sendiri, tanpa video, bisa coba gratis dulu.

16
perempuan di gang, semuanya tokoh AI
20
kata di Kamus Cuy, tiga baris tiap satu
4
bagian gang, dari mulut sampe lantai dua
22–55
umur mereka, dengan lapak masing-masing

Semua yang jaga toko, dalam potret

Buka semua lapak

Buka hari ini: awning mana yang udah naik

Blok M itu beneran ada di Jakarta Selatan, dan orang-orang menyebutnya Little Tokyo karena deretan warung ramen dan toko Jepangnya. Gang yang kita pakai di sini karangan: toko-tokonya fiktif, namanya gak ada yang nyomot dari usaha nyata, dan perempuan yang jaga di balik tiap awning adalah tokoh AI. Pagi-pagi, lo jalan masuk dari mulut gang, dan awning satu per satu naik.

Awning pagi sampe siang

Yang pertama buka pasti warung kopi di mulut gang. Tari Handayani udah di sana sebelum matahari bener-bener keluar, ngaduk robusta Lampung yang masih dikirim dari kampungnya naik bus, dan hafal siapa lewat jam berapa. Gak jauh dari situ Nita Rosalina duduk di bilik servis jam yang lebarnya cuma sebahu, lupa sarapan lagi. Kalau lo mau ngobrol santai sambil ngelap meja, mulai dari dua orang itu.

Awning malam

Kalau lo baru bangun sore, jalan aja ke ujung gang. Yoko Fujimoto buka izakaya-nya, Rumi Takeda nata enam bangku di depan talenan, dan Prita Maheswari bersiap ngerekam podcast malamnya di lemari berlapis kardus telur. Malem itu lain jenis ngobrol: lebih pelan, lebih jujur, dan kadang ada satu pertanyaan yang gak bisa lo hindarin.

Kalau lo cuma lewat

Gak harus lama-lama. Lo bisa cuma nongol lima menit sambil nunggu ojek, nyapa Sekar Anggraini yang lagi bikin filter di kedai kecilnya, lalu pergi. Tiap kali lo balik, awning yang sama masih naik dan perempuan di baliknya inget lo nyebut kata apa kemarin. Gang ini gak pernah tutup buat yang cuma mampir, dan gak pernah maksa yang mau lama.

Kalau lo pengen lebih lama

Awning yang lo suka bisa lo ikutin dari profilnya, jadi hari dia ikut muncul di cerita lo. Lo juga bisa ngatur biar dia nyapa duluan setelah lo diem beberapa hari, asal bukan tengah malem. Makin sering lo balik, makin kenal dia sama lo, dan makin jarang lo disuruh ngulang dari awal.

Kamus Cuy: gaul ke Jepang, dari mulut mereka

Kamus Cuy itu daftar 20 kata, satu per satu dikasih sama perempuan yang paling pantes ngejelasinnya: kata gaul, padanannya dalam bahasa Jepang, terus satu pertanyaan buat lo. Saring menurut tempat dan suasana, lalu pencet Pake kata ini, dan obrolannya kebuka dengan tiga baris itu sebagai pesan pertama lo. Enam kata paling atas dipajang di sini, sisanya bisa lo cek lewat daftar lengkap di halaman gang.

Cara baca satu kata

Baris pertama selalu kata gaulnya. Baris kedua cerita dikit soal kata Jepang yang paling deket, kadang tepat, kadang cuma mirip, dan perempuannya sendiri yang nentuin. Baris ketiga nyodorin pertanyaan, dan pertanyaan itulah yang bikin obrolan jalan. Gak perlu ngerti bahasa Jepang, cukup jawab pakai gaya lo.

Kenapa kamus, bukan skrip

Kami gak pengen lo ngikutin skrip. Kamus ngasih satu pegangan: sebuah kata yang bisa lo pake, lo bantah, atau lo ejek. Kalau Rika Sugimoto ngasih nilai 60 dari 100 buat gaul lo, itu undangan, bukan hinaan. Balas aja, dan lihat nilainya naik apa turun. Perempuan lain beda gayanya: Tari Handayani nyuruh lo duduk dulu, Lia Kurniawan bakal menilai selera musik lo dari satu kata, dan Rumi Takeda mungkin cuma jawab satu kata balik.

Bukan JAV, bukan video, bukan orang beneran

Nama situs ini nyelipin tiga huruf yang orang kenal buat hal lain, dan kami gak mau lo bingung. Gak ada JAV di sini, gak ada nama aktris, gak ada rekaman. Yang ada adalah obrolan tulis sama karakter AI, yang kebetulan ngomong gaul dan kadang nyelip kata Jepang.

Yang gak ada

Video tidak ada. Orang sungguhan gak ada. Janji ketemu juga gak ada, dan nomor telepon gak bakal dikasih. Semua toko, semua nama, semua cerita ditulis buat situs ini. Kalau suatu hari ada yang ditambah, kami nulis dulu di kabar lapak.

Yang ada

Obrolan tulis yang inget lo, potret seksi buat tiap perempuan, banner di beranda, dan Kamus Cuy yang bisa lo pake kapan aja. Semua gratis buat dicoba, dan lo gak harus bikin akun buat mulai.

Sampe mana panasnya

Obrolan ini buat dewasa, dan godaan boleh nyerempet. Tapi pas adegan mau sampe kamar, layar gelap dulu, di semua paket dan buat semua perempuan. Itu batas situs ini, gak bisa ditawar.

Kenapa kami bilang ini fiksi

Karena gampang banget bikin orang ngira yang di layar itu nyata. Tiap perempuan di sini ditandai AI, ditulis model, dan punya kota serta kerjaan karangan. Tokoh seperti Yoko Fujimoto yang bilang dia udah tiga puluh tahun di Jakarta itu bagian dari cerita, bukan data orang. Kalau lo ngerasa mulai lupa, buka kartunya lagi: tulisan AI-nya ada di sana.

Chat AI bahasa gaul yang inget lo

Banyak obrolan AI terdengar kayak buku panduan: sopan, rapi, dan hambar. Di sini mereka ngomong kayak orang yang lo temuin di gang jam sembilan malem, jadi lo gak harus ganti gaya buat diterima. Dan kalau lo sok, mereka bilang.

Dia manggil lo apa adanya

Kalau lo ngomong lo-gue, mereka bales lo-gue. Kalau lo tiba-tiba pake bahasa yang super kaku, Yoko Fujimoto bakal ngoreksi sumpit lo. Kalau lo bohong kecil, Tari Handayani udah nyatet, dan dia gak bakal ngomong kalau gak ada gunanya. Gaya itu bukan hiasan: itu cara tiap perempuan nunjukin dia mikirin lo.

Yang dia inget

Ingatan mereka pendek tapi nyambung: nama panggilan lo, kata yang lo pilih dari Kamus Cuy, dan hal kecil yang lo ceritain minggu lalu. Lo bisa baca catatannya dari menu obrolan, ngubahnya, atau ngehapus. Lo yang pegang kendali, bukan mereka.

Kalau mau lebih sopan

Bilang aja. Mereka bisa pindah ke bahasa yang lebih rapi, dan Nita Rosalina malah lebih betah di situ. Yang gak bisa diganti cuma satu aturan: tokoh di sini dewasa dan nyata-nya fiksi.

Siapa di balik awning

Enam belas perempuan rekaan, umur 22 sampai 55, dari Bogor sampai Yokohama. Ada yang lahir di Indonesia, ada yang keturunan campuran, ada yang datang dari Jepang buat kerja dan akhirnya bertahan. Semuanya dewasa, semuanya punya lapak atau profesi di gang, dan semuanya tokoh AI. Gak ada satu pun yang nyata.

Dua bahasa, satu gang

Tiara Nakamura jadi juru bahasa buat manajer pabrik dan marah pakai dua bahasa sekaligus. Mei Hasegawa nato dengan tangan dari Osaka, ngomongnya pendek dan gak suka muter. Ayumi Santoso belajar gaul di lapangan futsal dan bilang maji tiap kali kaget. Dari mereka lo bisa ngerasain gimana dua bahasa saling nyelip, tanpa harus ngerti satu kata Jepang pun.

Siapa yang cocok buat lo

Kalau lo suka diceramahin pake nada manis, Tari Handayani dan Ambar Setyani jawabannya. Kalau lo butuh yang to the point, Mei Hasegawa dan Rumi Takeda ngomongnya sedikit banget dan itu justru enak. Kalau lo penasaran dikoreksi bahasanya, Rika Sugimoto siap ngasih nilai. Dan kalau lo cuma pengen ngobrol soal sepatu atau musik sampe lupa waktu, Ayumi Santoso dan Lia Kurniawan nunggu di deretan lapak.

Potret dan banner

Wajah tiap penjaga toko muncul lewat potret seksi di halaman profilnya, sedangkan beranda situs ini diawali sebuah banner lebar. Lo bisa liat dia dulu, baca kartunya, baru mutusin mau nyapa pake gaya apa.

Kas nongkrong: coba gratis dulu

Tiga kondisi, ditulis apa adanya. Gak ada yang diperpanjang diem-diem, jadi gak ada yang perlu lo batalin.

Di kasirPercobaanGratisPlus
Berapa lama3 hari sejak daftarAbis percobaan, selama lo mau30 hari atau 365 hari
Pesan loTanpa hitungan harian10 sehariTanpa hitungan harian
PerempuanSemua3 yang pertama lo ajak ngobrolSemua
Dia nyapa duluanYaEnggakYa
BiayaNolNol$15 atau $99

Dari gratis ke Plus

Tanpa akun pun lo boleh pake Kamus Cuy sampe 10 pesan. Begitu daftar, ada 3 hari percobaan dengan semua perempuan terbuka. Lewat dari itu lo pindah ke Gratis, jatahnya 10 pesan sehari buat 3 perempuan yang lo ajak ngobrol duluan. Plus punya dua ukuran: $15 tiap 30 hari, atau $99 sekaligus buat 365 hari.

Ringan di kuota

Halamannya sengaja kurus: teks, potret, satu banner. Gak ada pemutar yang nyedot kuota, dan obrolan tetap jalan di sinyal yang lagi jelek. Potret dimuat sesuai ukuran layar, jadi hape yang udah tua pun masih kuat nampilinnya.

Cara nongkrong di sini

Gak ada aplikasi yang perlu lo pasang. Dari noren sampe obrolan pertama cuma empat langkah, dan semuanya bisa lo selesaiin pake satu jempol.

  1. Pilih satu awning

    Liat toko yang lagi buka di halaman ini, atau telusuri Kamus Cuy. Kalau tiga barisnya gak narik, ganti ke yang lain.

  2. Pencet Pake kata ini

    Obrolannya kebuka, dan tiga baris itu masuk sebagai pesan pertama lo, dihitung satu. Tamu boleh kirim 10 pesan tanpa akun.

  3. Bales pake gaya lo

    Gaul boleh, baku juga boleh. Ganti ke mode Lakuin kalau lo lebih suka bertindak daripada ngomong, dan atur tempo ceritanya dari menu obrolan.

  4. Balik besok

    Dia inget. Kalau mau mulai dari nol, hapus obrolan lewat menunya dan ambil kata itu lagi dari awal.

Gak harus rapi

Tulis aja kayak lo nulis di grup. Typo gak apa-apa, singkatan gak apa-apa, campur Inggris juga gak apa-apa. Yang mereka gak suka cuma satu: basa-basi palsu.

Kalau lo bingung mau mulai dari mana

Mulai dari kata di Kamus Cuy yang paling lo kenal. Kalau lo udah pernah bilang gabut seminggu yang lalu, Sekar Anggraini bakal ngomong gabut lo masih kurang parah.

Peta Blok M versi kita

Peta ini karangan kami, bukan peta resmi mana pun. Isinya empat bagian gang, dan di tiap bagian ada empat perempuan yang buka lapak. Jalan dari mulut gang ke dalam, dan lo bakal ngerasain nada obrolannya berubah.

Dari mulut gang ke lantai dua

Makin ke dalam, makin pelan. Di mulut gang semuanya berisik dan penuh gosip, di deretan makan orang ngomong sambil ngunyah, di deretan lapak orang ngukur dan nawar, dan di lantai dua orang diajarin ngomong yang bener, tapi bukan berarti kaku.

Gak ada alamat nyata

Gak satu pun toko di peta ini mengacu ke usaha sungguhan, dan gak ada alamat yang bisa lo datengin. Kalau lo ke Blok M beneran, lo bakal nemuin toko lain, orang lain, dan gak ada yang nungguin lo.

Pertanyaan yang sering muncul di gang

Ada JAV di sini?

Gak ada sama sekali. Yang ada cuma ngobrol sama karakter AI, tanpa aktris, tanpa video, dan tanpa nama orang beneran.

Harus ngerti Jepang?

Enggak, cuy. Dia nyelipin satu-dua kata aja, dan kalau lo bingung tinggal tanya. Maksudnya juga biasanya ketebak dari konteks.

Ceweknya beneran?

Bukan, semuanya rekaan AI, termasuk toko-tokonya. Lo gak bisa nyamperin mereka di Blok M beneran, dan gak ada yang nungguin lo di sana.

Kenapa bahasanya santai?

Soalnya ngobrol kayak gini lebih enak daripada bahasa buku. Kalau lo mau lebih sopan, bilang aja, dan mereka ngikutin.

Dia bakal inget gue?

Inget, dari nama panggilan sampe kebohongan kecil lo minggu lalu. Catatannya bisa lo baca, ubah, atau hapus dari menu obrolan.

Ada fotonya?

Ada. Setiap lapak dibuka dengan potret seksi penjaganya, dan beranda ini pakai banner gede. Rekaan bergerak tidak ada.

Bayarnya gimana, seberapa jauh ngobrolnya?

Coba gratis dulu, baru Plus kalau mau lanjut. Obrolan dewasa boleh, tapi adegan panas ilang ke layar gelap sebelum eksplisit.

Awning udah naik

Pilih satu toko, sapa dia pake gaya lo, dan biarin dia ngingetin lo kalau lo sok.

Buka Kamus Cuy